"The Teriggas of Sambas" Launching Album

Deretan artis ibukota dan Internasional

Konser Launching Album The Teriggas Of Sambas sukses digelar tadi malam, yang dinyanyikan artis ibukota memukau puluhan ribu penonton di Lapangan Gabsis Sambas. Sebelum acara dimulai, sekitar pukul 19.00 warga sudah mulai menyemut mengisi tempat didalam lapangan Gabsis.
Dipandu oleh Mc kawakan, Beben; memperkenalkan satu per satu artis yang terlibat dalam album teranyar yang pernah dimiliki Sambas. mereka adalah, Hendri Lamiri, (ARWANA) ,Ivan (Seventeen), Yan Mahmud (ARWANA), Evi Tamala, Friska, Sulina dan Grup musik Sufi asal Amerika "Debu" serta Mul'am Husairi selaku vokalis The Malacca Ensembel. Keluarnya para penyanyi itu membuat puluhan ribu penonton bersorak.
Sebelum menyanyikan lagu Sambas, para artis ini membawakan lagu mereka masing-masing, seperti Arwana dengan Angsa Putih, Seventeen dengan Hits nya, Evi Tamala dan Debu, dengan lagu barunya Macan Hutan. Setelah itu lagu-lagu Album The Teriggas Of Sambas yang ditunggu penonton pun mulai bersenandung. Album Ngayatte' Lagu Ge' Marre' yang dinyanyikan, dimulai dari Alok Galing, kemudian Alon-Alon, Ca'Uncang, Tikannang Urrang Tue, Tanda' Sambas, Kapal Belon, Cik-cik Periok dan diakhiri dengan Batu Ballah sebagai penutup. Para penonton tidak mau kalah, mereka juga ikut-ikutan bernyanyi.

Terlihat hadir pada konser tersebut adalah Wakil Bupati Sambas dr Hj. Djuliarti Alwi, Kapolres Sambas AKBP Badya Wijaya, para anggota dewan, Kepala Dinas, Tokoh masyarakat, serta para camat dan kades se Kabupaten Sambas. Promotor sekaligus ketua panitia H. Subhan M. Noor dalam sambutannya mengungkapkan, ia sangat bangga melihat antusias masyarakat Sambas khususnya generasi muda yang menonton konser ini.
Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Sambas. Menurutnya, masyarakat Sambas harus bangga karena lagu Sambas dinyanyikannya oleh artis terkenal termasuk grup Musik Sufi DEBU.

Sepanjang konser tersebut, situasi cukup aman dan kondusif, para penonton sangat tertib dan tenang.Dengan harga tiket yang relatif terjangkau, penonton cukup terpuaskan dengan banyaknya lagu yang dipersembahkan dalam konser ini.
Cukup disayangkan, artis pendukung seperti Ita Purnamasari dan Kiki (KDI) urung hadir, tidak tau alasannya kenapa, karena pelantun lagu Urang Tue yang seharusnya Ita Purnamasari dan Kapal Belon yang seharusnya Kiki, digantikan oleh Sulina, walaupun begitu, acara tetap sukses terlaksana.

Semoga masyarakat Sambas bisa berprestasi lebih baik lagi untuk kedepannya.

TARI PENDET ; Sebuah Pelajaran yang Membutuhkan Langkah Nyata.

Dibawah ini adalah artikel copyan dari blog JENGSRI DI DUBLIN . Sesuai dengan pesannya silahkan disebar luaskan melalui email atau blog anda dalam upaya pelestarian budaya Indonesia di dunia international dan penghindaran pengulangan pencurian yang tidak bertanggung jawab atas budaya Indonesia.

Malaysia kembali mengklaim kekayaan budaya Indonesia. Untuk tarian saja, ini adalah kasus yang keempat, setelah "Tari Piring" dari Sumatera Barat, "Tari Reog Ponorogo" dari Jawa Timur dan "Tari Kuda Lumping" yang juga dari Jawa Timur. "Tari Pendet" dari Bali diklaim dengan dijadikan iklan pariwisata Malaysia.

Namun amat disayangkan ditengah situasi ini sejumlah aparat pemerintah saling menyalahkan atau sibuk membela diri, tetapi tidak ada yang melakukan langkah nyata. Pihak DPR menyerang pemerintah dengan argumentasi "tidak mendaftarkan HAKI" dan "tidak melakukan inventarisasi data budaya Indonesia".

Anggota Komisi I DPR Yusron Ihza Mahendra bahkan bereaksi berlebihan dengan meminta pemerintah mengambil sikap tegas meminta Duta Besar Malaysia pulang kampung ke negaranya terkait klaim Malaysia atas tari Pendet.

Sementara itu, pihak eksekutif sibuk melakukan pembelaan diri. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengecam keras tindakan Malaysia dan mengirimkan surat teguran keras serta memanggil Dubes Malaysia untuk RI. Sementara itu, Departemen Luar Negeri (Deplu) sibuk menjadi juru bicara Malaysia dengan mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak terprovokasi dengan isu ini.

Apakah kegerahan masyarakat terhadap isu ini berlebihan? Tentu saja tidak. Kisah Tari Pendet hanyalah kelanjutan dari kisah-kisah sebelumnya. Sudah banyak kekayaan budaya indonesia yang dicuri, diklaim atau dipatenkan oleh negara lain, seperti Batik Adidas, Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo, Ukiran Jepara, Kopi Toraja, Kopi Aceh, Reog Ponorogo, Lagu Rasa Sayang Sayange, dan lain sebagainya.

Pertanyaan yang lebih relevan adalah "apa yang harus kita lakukan agar hal ini tidak lagi terjadi". Yang kita butuhkan sekarang bukanlah sikap saling menyalahkan atau sekedar pembelaan diri, tetapi langkah nyata.

Di satu sisi saya begitu kecewa dengan upaya pemerintah. Namun di sisi lain, saya terkesan dengan upaya sejumlah anak muda yang terus berupaya untuk mencegah hal ini untuk terus terjadi. Mereka (Indonesian Archipelago Culture Initiatives atau IACI) telah melakukan sesuatu. Teman-teman dapat melihat upaya mereka di situs http://budaya- indonesia. org/ .

Mereka melakukan proses pendataan budaya indonesia dalam situs tersebut. Selain itu, mereka juga mengupayakan langkah perlindungan hukum atas kekayaan budaya Indonesia. Saya pribadi sangat apresiatif dengan langkah nyata tersebut.

Selain itu, saya menghimbau kepada rekan-rekan sekalian untuk membantu perjuangan anak muda ini agar kisah Batik, Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo, dan lain sebagainya tidak kembali terulang.

Setidaknya ada 2 bantuan yang dapat kita berikan untuk perjuangan tersebut:

  1. Mendukung upaya perlindungan budaya Indonesia secara hukum. Kepada rekan-rekan sebangsa dan setanah air yang memiliki kepedulian (baik bantuian ide, tenaga maupun donasi) di bagian ini, harap menggubungi IACI di email: office@budaya- indonesia. org
  2. Mendukung proses pendataan kekayaan budaya Indonesia. Perlindungan hukum tanpa data yang baik tidak akan bekerja secara optimal. Jadi, jika temen-temen memiliki koleksi gambar, lagu atau video tentang budaya Indonesia, mohon upload ke situs PERPUSTAKAAN DIGITAL BUDAYA INDONESIA, dengan alamat http://budaya- indonesia. org/
Jika Anda memiliki kesulitan untuk mengupload data, silahkan menggubungi IACI di email: office@budaya- indonesia. org Sekarang bukanlah saatnya untuk saling menyalahkan atau sekedar pembelaan diri, tetapi melakukan sesuatu yang nyata.

- Lucky Setiawan


NB: Mohon bantuanya untuk menyebarkan pesan ini ke email ke teman, mailing-list, situs, atau blog, yang Anda miliki. Mari kita dukung upaya pelestarian budaya Indonesia secara online.

KERAMAT BURUNG, TEMPAT WISATA YANG TERLUPAKAN

Kabupaten Sambas, memiliki potensi yang cukup dibidang pariwisata, baik itu wisata alam, wisata pantai, wisata bahari, dan wisata sejarah.Dari sekian banyak tempat yang ada, hanya segelintir saja yang diketahui dan dikelola ala kadarnya.Memang begitulah kenyataannya, kita ambil contoh seperti Pantai Selimpai di Kecamatan Paloh, Pantai Sera'i di Kecamatan Jawai, Danau Sebedang di Kecamatan Sebawi, Pantai Polaria di Kecamatan Selakau, Riam Merasap di Kecamatan Sajingan Besar, serta beberapa tempat lain yang mungkin tidak disebutkan diatas.Kalau dilihat kondisi daerah tersebut, tidak satupun memiliki managemen dan sistem pengelolaan yang baik, dan terkesan asal-asalan, baik itu dari sarana transportasi, sanitasi, keamanan dan lain-lain, yang sudah pasti berakibat kurang diminati oleh pecinta wisata, baik dari daerah sekitar, maupun dari daerah lainnya.


Keadaan tersebut diperparah dengan kurang perdulinya instansi pemerintah terhadap potensi yang ada, mereka bekerja sesuai kavling masing-masing, tidak perduli dengan bidang mereka apakah menyentuh atau tidak.Kalau dibandingkan dengan Pemkot Singkawang, memang sangat jauh berbeda, justru pariwisatalah yang menjadi ikon kota tersebut, sehingga bisa dihitung hampir seluruh warga Kalbar kesana dan menjadi sumber PAD yang besar bagi pemerintahannya.

Cukup dengan opini tersebut diatas, kita kembali ke Kecamatan Sambas, yang diketahui hanya memiliki wisata sejarah tersebut.Hampir semua orang tahu kalau kota Sambas memiliki Keraton Sambas sebagai tempat wisata sejarah yang sangat potensial jika dikelola dengan baik, namun tidak jauh dari kota Sambas juga memiliki satu tempat wisata sejarah yang masih belum tersentuh oleh pembangunan sama sekali.


Nama tempat tersebut adalah KERAMAT BURUNG, berada di Desa Gapura, Dusun Segarau Kecamatan Sambas.Untuk lokasi tersebut cukup terpencil, sedangkan jalur transportasi yang bisa ditembus untuk menuju ke tempat tersebut hanya melalui Desa Kartiasa atau melalui Kecamatan Sebawi.

Keramat Burung hanyalah sebuah telaga kecil berukuran 60 cm X 60 cm dengan kedalaman 60 cm juga, yang menyebabkan tempat tersebut dikeramatkan adalah cara penemuannya dan rasa airnya yang asin.Sehingga sekarang tempat tersebut dijaga oleh keturunan penemu tempat tersebut.Asal muasal ditemukannya tempat tersebut terdiri dari dua versi, versi pertama diceritakan langsung oleh pelaku sejarah tersebut, yang merupakan adik dari pemilik tanah lokasi Keramat tersebut ditemukan, sedangkan versi ke dua diceritakan langsung oleh anak dari pemilik tanah tempat keramat tersebut berada.


Berikut ceritanya berdasarkan versi mereka;

VERSI SATU:
Tempat tersebut ditemukan pada tahun 1961, ketika itu setiap masyarakat diperkenankan memiliki lahan seluas mungkin dengan cara membuka hutan seluas mungkin semampu kita, dan cara tersebut merupakan salah satu aturan non baku yang berlaku di daerah Sambas.Begitu memperluas lahan dengan cara menebang hutan dan membakar, tiba-tiba sekelompok burung yang tidak diketahui jenisnya terbang turun dilokasi tanah garapan si abang.Burung-burung itu mematuk-matuk tanah tempat mereka turun, lalu dari tanah tersebut mengeluarkan air.Begitu melihat gelagat yang kurang baik, dan kebetulan hari sudah mulai sore, kedua beradik itu memutuskan untuk pulang.

Begitu pulang mereka menceritakan kejadian tersebut kepada keluarga mereka, ditanggapi dingin, jadi mereka menganggapnya sekedar cerita biasa.Namun, begitu mereka istirahat dan tidur, si abang mendapat mimpi yang aneh, seorang kakek-kakek berpesan kepadanya untuk tidak mengganggu lahan yang ditemukan oleh burung tersebut.Begitu tersadar dari mimpinya, si abang sempat bingung dan memikirkan alamat apa sebenarnya yang terjadi.Namun, begitu pagi menjelang, keadaan si abang kurang sehat, dia terkena demam.Si adik dan ayahnya tetap melanjutkan kerja memperluas lahan garapan tadi, dan tanpa disengaja membakar lahan tersebut.

Begitu pulang ke rumah, si abang bertambah keras sakitnya, didalam sakitnya tersebut, dia sering meracau-racau seperti orang gila, setiap pembicaraannya tidak masuk akal.Upaya penyembuhan sudah dilakukan, berbagai macam obat diberikan, tetapi hari-harinya bertambah buruk saja.Kemudian dipanggilkan seorang paranormal untuk melihat penyakitnya tersebut.
Berdasarkan analisa paranormal, dia sudah terkena "Gane", jadi harus segera disembuhkan, namun sang paranormal tidak mampu untuk menyembuhkannya.

Didalam tidur sang adik, dia bermimpi bahwa kalau ingin menyembuhkan abangnya, si abang harus dibawa ke tempat dia terkena "gane" tersebut, nanti ditempat itu akan keluar air, yang bisa digunakan untuk penawar penyakitnya dan dimandikan sekaligus untuk menyadarkannya.Begitu dia terbangun dan mendapat alamat tersebut, sesegera mungkin mereka membawa abangnya kelokasi itu, dan membuat telaga dari lopakan air yang ditemukan burung itu.Begitu tiba, mereka segera membuat parit mengelilingi abangnya itu, lalu mengambil air lopakan itu untuk diminumkan dan dimandikan kepada si abang.si abang teriak-teriak seperti bukan layaknya seorang manusia, namun lama kelamaan si abang bisa tenang dan tertidur, begitu sudah tenang, lalu mereka membawanya pulang kerumah untuk diistirahatkan, alhamdulillah dalam tiga hari si abang sembuh dan bisa bicara kembali.

Dari kejadian itulah, maka mereka membersihkan tempat tersebut dan menjaganya sebagai tempat keramat sesuai dengan pesan kakek-kakek didalam mimpi si abang selama dia sakit.Berdasarkan penuturan mereka, bahwa tempat tersebut sebenarnya masih dimiliki oleh penghuni kerajaan Sambas.


VERSI DUA:
Kejadian diperkirakan tahun 1960an, tidak tahu pasti kapan tepatnya.Pada zaman itu, masyarakat yang ingin membuka lahan diperkenankan membuka seluas-luasnya dengan syarat menggunakan tenaga mereka sendiri, dan hal itu merupakan aturan tidak tertulis yang berlaku di Sambas.Ketika membuka lahan tersebut, si Bapak dan paman menggunakan cara tradisional, yaitu menebang semua pohon kemudian membakarnya, namun belum sempat dibakar oleh si Bapak, tiba-tiba ada sekelompok burung turun di tanah yang baru mereka garap.Mereka berkumpul disitu dan mematuk-matuk tanah disitu sehingga mengeluarkan air, melihat gelagat kurang baik, dan kebetulan sudah sore, si Bapak dan Paman pulang.

Cerita tersebut disampaikan ke keluarga, namun ditanggapi biasa-biasa saja.Keesokan harinya, mereka kembali bekerja, namun tetap saja burung-burung itu tidak mau beranjak dari lokasi genangan air itu, merasa ada yang aneh, mereka kembali kerumah dan menceritakan hal tersebut kembali.Akhirnya cerita tersebut menyebar dari mulut ke mulut dan sampai di telinga seorang paranormal yang Desanya berada tidak jauh dari tempat tersebut, yaitu Desa Sui Puguk.
Sang paranormal datang kerumah abang dan adik, menceritakan bahwa tempat tersebut memiliki unsur ghaib, dan menurutnya lagi, kalau airnya itu ingin dirasanya sendiri, karena menurut peninjauan mata ghaibnya, airnya itu lain dari yang lain.

Keesokan harinya mereka berangkat bersama-sama menuju lokasi, begitu sampai, dan didekati, lalu sang paranormal mengambil air dan merasakan rasanya, dan benar saja, ternyata airnya asin.Berita tersebut menyebar semakin luas dari mulut kemulut, masyarakat berbondong-bondong ingin menyaksikannya sendiri dan mengambil berkah dari air tersebut.Setiap masyarakat yang berkunjung mengambil air tersebut menggunakan tempurung, karena saking ramainya, secara tidak sengaja air yang tadinya hanya sekedar lopakan kini menjadi telaga karena air dan tanahnya ikut-ikutan terkeruk oleh masyarakat yang mengambil air.

Berdasarkan dari kedua cerita tersebut diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa air tersebut ditemukan oleh sekelompok burungdan rasa airnya asin, karena ditemukan oleh burung, maka tempat tersebut diberi nama KERAMAT BURUNG.

Semoga dengan publikasi ini bisa membuka mata kita akan keberadaan tempat wisata sejarah selain yang sudah ada.Sekedar himbauan, jika ingin ke tempat ini, disarankan untuk memperhatikan hal-hal yang berkaitan, apakah percaya atau tidak, terserah.Namun saya sendiri sudah merasakan akibatnya, untuk jelasnya apa yang saya alami, bisa dibaca disini, or here.




Pementasan Seni Budaya dan Pameran Sambas 2009 Porak Poranda

Hari ini, tanggal 24 Juni 2009, waktu menunjukkan pukul 13.00WIB, siang hari , cuaca tiba-tiba berubah drastis, mendung menyelubungi kota Sambas.
Dalam hitungan detik, hujan pun turun sangat deras, disertai angin yang sangat kencang.
Tidak disangka sama sekali, hujan deras disertai angin kencang tersebut telah merusak arena acara stand Pementasan Seni Budaya dan Pameran tahun 2009 di Muare Ullakan, Kompleks keraton Sambas, di kota Sambas.

Tak pelak lagi, konstruksi stand yang dibuat dari bahan konstruksi sederhana, seperti kayu somah, bambu, triplek dan beratapkan terpal tersebut, porak poranda.

Tak terkecuali tempat pementasan seninya juga ikut hancur diterjang angin.

Diperkirakan total kerusakan mencapai 90 persen, dan otomatis kegiatan untuk malam ini lumpuh total.Kerusakan terparah berada disayap kiri pentas, hampir semua stand yang berada disitu rusak, dengan kondisi atap yang lepas.

Namun begitu, antusiasme masyarakat cukup tinggi, walaupun kegiatan malam ini terganggu, tidak mengurangi masyarakat untuk berkunjung, walaupun tidak ada pameran lagi yang mau dilihat, ya, paling tidak melihat kedahsyatan alam yang merusak kegiatan tersebut, cukuplah bagi mereka.

Kerugian masih belum dapat ditaksir, karena sebagian instansi sudah bubar membawa perlengkapan mereka pulang, tetapi yang dapat dipastikan, warung-warung yang menjual bahan pakaian dan sepatu merugi karena semua dagangannya basah terkena hujan.

Salah satu toko komputer { PEDOMAN KOMPUTER } juga merugi, karena tidak sempat menyelamatkan barangnya, "Menurut pemilik toko,kalau laptop selamat, karena dimasukkan didalam lemari etalase, tetapi untuk monitor LCD dan lainnya, tidak bisa diselamatkan, ikut basah terkena air hujan".

Untuk sementara, masih belum ada statement dari Panitia sendiri masalah kejadian ini, apakah akan dilanjutkan acaranya ataupun dibubarkan.

Semoga kegiatan kali ini menjadi pelajaran buat kegiatan kedepan agar siap dan tepat dalam mengantisipasi masalah apapun, termasuk untuk masalah semacam ini.



Foto diambil menggunakan kamera HP, emergency documentations.

BlackBerry Rakitan FOMA M1000

Semua pasti tau apa itu BlackBerry, dengan segala fitur koneksi kedunia maya, merupakan suatu Gadget yang wajib dimiliki setiap Cyber-Mania.Tetapi kendala harga yang cukup mahal dan biaya langganan perbulan yang tinggi, membuat kita pikir-pikir.
Tidak mau putus akal, banyak juga yang mencoba "membuat" BlackBerry dengan HP yang memiliki OS seperti Symbian, Windows Mobile, Palm dll, dan tersedianya Software BlacKBerry Connect dari Vendor BlackBerry mempermudah hal itu.
Tetapi impian tidak semudah membalik telapak tangan, kebanyakan merasa tidak puas dengan kinerja BlackBerry"an" mereka, tidak optimal, lambat , mahal, dan masalah lainnya.

Setelah memperhatikan masalah dan kesalahan yang dilakukan oleh mereka, aku sendiri mencoba untuk merakit BlackBerry"Ku" dengan modal sebuah HP merk Motorola NTT DoCoMo yaitu FOMA M1000.
FOMA M1000 mengadopsi OS Symbian UIQ, dengan kapasitas batere 1600 mAh,sistem layar sentuh dengan tombol yang minimalis.

Keuntungan dari penggunaan HP ini, kita tidak harus mensetting Network Connection lagi secara manual ke operator GSM, cukup mengaktifkan APN Mopera U yang sudah terinstall dari sononya didalam HP ini dan memiliki user ID identifications.
Selain itu, biaya penggunaan GPRS/ 3G relatif kecil sekali, tidak seperti penggunaan pada umumnya.

Aku sendiri menggunakan Kartu XL, dengan GPRS/ 3G yang sudah diaktifkan.Untuk membeli HP ini, aku pesan ke Jepang, sebelumnya HP itu harus sudah diunlock dari sana agar bisa dipake di Indonesia.

Berikut cara setting Access Point Mopera U:
Masu ke menu Control panel, klik connections tab, lalu masuk ke Network Settings.
Setelah masuk, klik tab mopera U, lalu klik windows "mopera U initial setup".
Kemudian muncul pop up windows"Registration is required for mopera U"klik continue.
Secara otomatis akan terkoneksi ke Server mopera U, dan teregister.
Selesai settingnya.

Begitu selesai, klik tab Profiles lalu klik APN mopera U, terus klik connect di windows bawah, jika berhasil, maka signal led warna hijau akan berkedipan terus menerus menandakan kita sudah terkonek ke server mopera U.Kemudian tes koneksi dengan membuka browsing, bila bisa membuka web pages, berarti semua settingan benar.

Begitu semua berjalan lancar, install aplikasi yang diinginkan, seperti Opera mini, Messenger, GoogleMap, dll sesuai selera.
Tetapi sebelumnya, jangan lupa untuk mensetting e-mail, jika anda menggunakan Yahoo!, berikut caranya:
Buka control panel, klik messaging accounts, pada tab Email, klik new.
Anda akan masuk pada windows Email account, isi Account name sesuai keinginan anda.
Lalu masukkan nama username anda pada kolom name, berikut isikan kolom Email address dengan email address anda.
Select connection type IMAP, dengan Internet account mopera U, pindah ke tab sebelahnya.
Inbox isi usename dan password anda.
Incoming server address diisi: imap.n.mail.yahoo.com
Outgoing server address diisi : smtp.mobile.mail.yahoo.com
Outgoing mail port : 25, Incoming mail port : 143, lalu klik done !!

Lalu kembali ke home, klik icon menu messaging, klik account name yang baru dibuat tadi, terus klik Receive & Send , tunggu hingga proses selesai, maka selesailah settingan push-mail anda.

Fasilitas yang kugunakan adalah Mobile Messenger, Mopera Browser dan Push-Mail, tidak banyak, karena itu sajalah keperluan pokok untuk aku, untuk koneksi internet, alhamdulillah non-stop 24 jam, dengan kondisi online terus menerus, termasuk Yahoo Messenger!.
Untuk biaya GPRS sendiri ( disini tidak ada 3G ), perhari aku mengeluarkan Rp 375 hingga Rp500,.
Cuma satu yang menjadi kendala, pemakaian daya batere menjadi lebih cepat, biasanya aku cas HP 1 hari 1 kali, sekarang jadi 1 hari 2 kali, lumayanlah, 1600 mAh, kalau misalkan 800 mAh seperti batere HP kebanyakan, pasti 1 hari 4 hingga 5 kali cas.
Yang penting aku bisa Online 24 jam.

PERESMIAN GERATTAK NIBBONG incl. Video.

Hari Sabtu pagi, tanggal 16 Mei 2009, pukul 08.30 WIB, para undangan mulai berdatangan dari segala kalangan, mulai dari para pejabat hingga ke masyarakat desa dari berbagai desa.Hampir setiap Kades di Kec. Sambas di undang dalam acara peresmian tersebut. Pada hari peresmian, disiapkan 2 buah tarub untuk para undangan, 1 buah tarub di dusun dagang timur, dan satunya berada didusun dagang barat. Sebuah pentas untuk pelaksanaan acara di dusun dagang timur, sekaligus untuk acara hiburan rakyat malam harinya, yaitu Band lokal.

Sedikit permohonan maaf dari saya, terlambat mempostingnya, karena untuk upload Videonya sendiri cukup memakan waktu yang lama, namun tetap saya lakukan sebagai andil seorang teman dan kepedulian saya kepada kepuasan para pembaca.


Tidak banyak yang dapat saya tulis, karena waktu itu saya terlambat datang.Upacara "bepappas" terlewatkan oleh saya, jadi yang berhasil saya ikuti berupa informasi detail tentang pembuatan gerattak Nibbong, bersamaan dengan file video mereka mulai dari ngambil bahan sampai selesai pembuatannya.

Acara peresmian diisi dengan pidato-pidato dari aparat dusun, desa, hingga ke pemerintahan sendiri, yaitu Pemkab Sambas.Dari sekian pidato yang saya dengar, cuma satu yang membuat saya terkesan, yaitu pidato dari pelopor pendiri Gerattak Nibbong, Bang Cici (Lupa nama aslinya ).Dengan karakternya yang sederhana, mampu menggugah semangat gotong royong dari masyarakat dan menyatukan kembali silaturahmi antar kedua dusun, sehingga berhasil membangun sebuah mimpi yang terlupakan semenjak 70 tahun yang lalu .Suatu contoh figur yang patut menjadi panutan.


Bang Cici dan Bupati

Menurut pidato dari bang Cici, sebagai pelopor pendiri Gerattak Nibbong, betapa sulitnya proses pendirian tersebut, mulai dari kesulitan hal-hal yang berbau birokrasi yang terkesan berbelit-belit, kesulitan dana dan lain-lainnya, berkat tekad yang kuat, alhamdulillah berhasil dibangun.

Berikut cuplikan isi pidatonya:
Awal upaya rencana pendirian Gerattak Nibbong, dimulai dengan mengajukan proposal ke Pemda setempat.Mereka mengajukan proposal hingga berkali-kali, namun mereka, Laskar Pendiri Gerattak Nibbong cuma dijanjikan gerattak Sabbok yang akan dipindahkan ke Kampung Dagang, setelah ditunggu-tunggu, hanya janji tinggal janji, tidak ada realisasinya sama sekali.
Setelah kejadian itu, beliau ( Bang Cici ) pun mulai bergerilya, mendatangi setiap teman-teman yang bisa membantu, mulai dari teman-temannya yang berada di Dinas PU Propinsi, hingga ke Pusat, setelah konsultasi berulang kali,ternyata memang program sejenis tidak ada.Lalu beliau beranggapan kalau menunggu uluran dari pemerintah, ntah kapan rencana tersebut akan menjadi kenyataan.

Merasa hal tersebut tidak mungkin , tanpa berputus asa beliaupun yang asli berasal dari kampung dagang, langsung menghubungi Wagimin, salah seorang penduduk setempat pada tanggal 10 Februari 2009, beliau menanyakan bagaimana cara membangun gerattak itu, lalu direspon kalau benar-benar ingin membuatnya, akan kami kerjakan.
Beliau pun menjawab kalau beliau tidak memiliki uang yang banyak, tetapi kalau ala kadarnya bisalah.....


Datok / Wagimin / Panglima Nibbong


Mendapat respon positif dari warga, pada tanggal 16 Februari, merekapun mulai rapat dirumah Wagimin, walau banyak disetujui, terdengar selentingan yang kurang enak didengar" Ngeramput Jak Cici tok e, ngade-ngade jak, tah lkak tah ndak ngerajjekan iye kallak!!??".

Namun berkat dukungan dari sanak keluarga, sahabat dan lainnya yang menginginkan perubahan, alhamdulillah pekerjaanpun dimulai pada tanggal 22 Februari 2009, yaitu pengambilan pohon nibbong pertama kali. Mulai pendirian pada tanggal 12 maret, dimulai dengan penancapan bambu sebagai "perancah" atau mal kerja.Kemudian tanggal 21 Maret berdiri tiang Nibbong pertama pada hari sabtu dengan tenaga kerja sebanyak 30 orang.Keesokan harinya jumlah tenaga kerja meningkat hingga 80 orang, belum lagi mereka yang berada dihutan untuk ngambil pohon nibbong.


Laskar Gerattak Nibbong beserta almarhum.


Ketika pendirian jembatan ini berlangsung, diluar dugaan sama sekali, salah seorang anggota Laskar, yaitu Alm. Doni meninggal dunia karena sakit, almarhum ikut menjadi pelaksana pekerjaan, mulai dari ke hutan mencari pohon nibbong dan somah, hingga pekerjaan pendirian jembatan itu sendiri, begitu jembatan hampir jadi, almarhum mendadak sakit, yang menurut hasil tes darah di rumah sakit, almarhum mengidap penyakit demam berdarah, tipes dan malaria/ komplikasi.Atas jasanya, almarhum dinyatakan sebagai Pahlawan didalam pendirian gerattak itu, semoga almarhum diterima disisi Allah SWT dan pahala dari pendirian jembatan itu akan mengalir kepadanya, Amin.

Acara peresmian diakhiri dengan peninjauan lokasi oleh Bupati beserta Wakil dan para undangan lainnya.Selesai bersilaturahmi dengan masyarakat dari kedua dusun, para undanganpun disuguhi dengan jamuan makan siang dan pemutaran video Pembuatan Gerattak Nibbong dari mulai hingga selesai.

Selesai acara peresmiannya, acara dilanjutkan malam harinya lagi, yaitu hiburan rakyat yang diisi oleh Band lokal, animo masyarakat sangat tinggi sekali, penuh dan ramai.Tidak ingin mengakhiri pesta tersebut, Bupati ikut menyumbang sebuah Band lokal untuk digelar malam keesokan harinya, jadi ada 2 malam acara pesta hiburan rakyat berlangsung.

Laskar Gerattak Nibbong beserta rombongan Bupati


Bagi pembaca yang ingin menyaksikan Video pembuatan Gerattak Nibbong, klik link dibawah:

1. Pantun Pembukaan

2. Dokumentasi pengumpulan nibbong

3.Dokumentasi pengumpulan kayu ubah dan somah

4. Dokumentasi pengumpulan kayu untuk papan jembatan.

5. Dokumentasi penancapan mal dan nibbong.

6. Dokumentasi pendirian jembatan hingga selesai.



Mohon bersabar untuk Video lainnya, segera menyusul.

GERATTAK NIBONG, Simbol Kebersamaan Masyarakat

Gerattak Nibong, sebuah kata yang berasal dari bahasa Sambas, yaitu Gerattak artinya Jembatan dan Nibong yang berarti Nama pohon.


Nibong sendiri merupakan tanaman asli yang berasal dari famili Palma, persis seperti pohon pinang, memiliki ciri khas kulit luar yang sangat keras dan tumbuh liar dihutan-hutan sekitar, karena ketahanannya terhadap cuaca, mudah didapat, murah-meriah dan lain-lain, maka pohon inilah yang dijadikan sebagai pondasi dasar dari jembatan tersebut.

Jembatan ini dibangun di Desa Lubuk Dagang Kecamatan Sambas, dan menghubungkan antara dua dusun, yaitu dusun dagang timur dan dagang barat yang terpisah oleh sungai Teberau, untuk lokasinya sendiri tidak jauh dari Musium Nagri Sambas, atau tepatnya ditengah-tengah kedua dusun tersebut.Untuk lebar sungai itu sendiri diperkirakan sekitar 40 meteran, jadi panjang jembatannya sendiri kurang lebih 45 meter( belum ada perhitungan resminya, karena kerjanya secara manual).


Mungkin para pembaca merasa heran, "koq jembatannya dibuat dari bahan yang begitu sih!!?
memangnya dari bahan beton nggak bisa ya!!"

Penyebabnya adalah biaya yang digunakan oleh masyarakat itu sebenarnya tidak ada sumbernya, tidak dari Pemkab maupun dari Pemprov, tetapi dari swadaya masyarakat itu sendiri, baik itu dari sumbangan-sumbangan yang berupa uang, material, jasa, hingga tenaga.
Saya pribadi merasa cukup terkesan dan takjub dengan kemampuan warga desa Lubuk Dagang Timur dan Barat, hanya dengan berbekal Tekad yang kuat, demi masa depan anak cucu mereka, mereka berkeras membuat Jembatan yang boleh dikatakan mustahil untuk dilakukan, karena saya sendiri saja hampir tidak percaya sama sekali mendengarnya, begitu melihatnya secara langsung, luar biasa!!!!


Tujuan mereka membuat jembatan ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mempermudah anak-anak mereka menuju sekolah, yaitu SDN 24 Desa Lubuk Dagang, yang berada didusun Dagang Barat, sedangkan keberadaan dusun Dagang Timur berada diseberang sungai.
Untuk mencapai sekolah tersebut, anak-anak mereka biasanya melewati Jembatan Batu yang agak jauh dari desa mereka, selain jauh, juga resikonya tinggi, karena ini merupakan jalan utama, dan ada sebagian yang memanfaatkan perahu untuk menyeberang, ribet kan !!!.
Tujuan kedua mereka adalah untuk mempererat tali silaturahmi antara kedua dusun, yang notabene adalah sanak famili mereka sendiri, karena selama ini mereka merasa "terpisah" dengan adanya jarak yang memisahkan mereka.


Untuk konstruksi memang sangat sederhana, cukup mengaplikasikan pengalaman mereka selama dilaut, seperti tehnik mengikat dan lainnya.Tidak ada blueprint gambar rancang bangun dan lain-lain.

Material dasar yang digunakan sendiri terdiri dari pohon Nibong untuk pondasi tiang, pohon durian untuk lantai, kayu somah untuk tulang dan yang hebatnya, mereka tidak menggunakan paku, baut, pasak, maupun besi beton, tetapi tali-temali saja, hanya itu!!!


Memang konstruksi semacam itu sudah terbukti cukup lama sekali, terutama didaerah pulau-pulau dilaut, mereka membuat Bagan menggunakan metode ini, dan sanggup bertahan terhadap cuaca laut serta kondisi perairan laut yang asin dan resiko serangan biota laut seperti karang dan lain sebagainya.Metode ini kalau dilaut mampu bertahan selama 1 ~ 2 tahun, jika diaplikasikan diperairan sungai, bisa diprediksikan sekitar 3 ~ 4 tahun!!!Semoga!!??

Proses pembangunan dimulai pada tanggal 20 maret 2009, dan selesai kemarin, tanggal 10 mei 2009.Lumayan juga waktu pengerjaannya, cukup memakan waktu, karena sama sekali tidak menggunakan peralatan berat ataupun lainnya, tetapi dilaksanakan secara tradisional dengan bantuan tali-temali.Untuk tenaga kerjanya, mereka melaksanakannya secara bergotong royong, tanpa imbalan sekalipun.


Cukup mengesankan dan membuat kita merasa terharu, dikala kehidupan kita semakin keras, terus kondisi pemerintahan yang labil, diperparah keadaan ekonomi dan politik negara kita yang agak goyah, terbukti dengan semangat gotong royong, mereka mampu membangun impian yang mustahil untuk diwujudkan, terutama dengan tidak tersedianya dana pendukung proyek tersebut.

Dari sudut pandang pemerintahan sendiri, ini merupakan sebuah tamparan yang cukup hebat, mengingat dari sedemikian banyaknya proyek pemerintah yang tidak jelas aturan main dengan anggaran yang tidak sedikit, proyek mereka hanya bisa bertahan setahun dua.
Alangkah baiknya jika sedikit atau sepeser anggaran tersebut disisihkan untuk proyek kecil semacam ini, pastinya banya daerah-daerah yang memerlukan bantuan semacam bisa menggapai keinginan mereka.

Rencana masyarakat, Jembatan ini akan diresmikan pada tanggal 16 Mei 2009, pada hari sabtu pagi, pukul 08.30 WIB, waktu setempat, semoga saja tidak ada kendala yang berarti, dan pastinya aku sendiri akan hadir diacara peresmian tersebut yang dimeriahkan oleh Band lokal.

Tunggu postingku selanjutnya tentang Peresmian Gerattak Nibong ini ya!!!

rencana pentas peresmian


Travel Warning!!!


jembatan batu view

Nibong dicor semen

sungai teberau

Lampu penerangan

hiasan bunga swadaya ibu-ibu

Pengikat tali silaturahmi